Monday, June 8, 2015

Ali Imran (3:14-17)



“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. (QS 3:14)”

Dari ayat tersebut difirmankan dengan begitu jelas bahwa itu semua adalah kesenangan-kesenangan yang ada di dunia. Ketika manusia dihadapkan dengan hal-hal tadi mereka memandang bahwa saya harus bisa mendapatkan itu semua karena dengan begitu hidupnya akan menjadi aman, tidak sengsara dan serba tercukupi. Mungkin analogi kuda pilihan untuk zaman sekarang adalah kendaraan mewah dan sawah ladang merupakan investasi terhadap lahan kosong yang akan dibangun sebuah pusat kegiatan manusia. Bisa saja. Kemudia kita lihat di ayat selanjutnya.

“Katakanlah, ‘Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?’ Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Allah mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan pasangan-pasangan yang suci serta ridho Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (QS 3:15)” 

Dari ayat yang selanjutnya ayat ke 15 ini, diberitakan bahwa ternyata ada loh sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang tertera di ayat ke 14 nya yakni,  surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya kita ketahui bahwa di akhirat nanti hanya ada 2 tempat tujuan akhir setiap umat manusia yaitu surga dan neraka tentunya seluruh umat manusia mendambakan surga mereka ingin tinggal di dalamnya. Apakah teman-teman tahu bahwa penghuni surga itu tidak banyak artinya apa kita bisa lihat di ayat selanjutnya menyatakan 

(Yaitu) orang-orang yang berdoa “Ya Robb kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab mereka.” (Juga) orang yang sabar, yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar. (QS 3:16-17)”

Jelas sekali disebutkan bahwa orang-orang yang benar-benar mengharap akan surga-Nya dia pasti berusaha untuk menjadi orang yang sabar, yang benar, taat, yang berinfaq dan memohon ampunan pada-Nya. Kita ketahui di akhir zaman ini sedikit sekali orang-orang yang benar-benar tulus dan memiliki niat yang lurus dalam melakukan hal tersebut, ini merupakan salah satu dari beberapa ayat yang menyatakan bahwa orang-orang yang menjadi penghuni surga itu seperti yang tertera pada ayat tersebut. 

Kita lihat bahwa orang yang sabar itu orang yang ketika diberi ujian oleh Allah dia tidak menjadi lemah dan tidak pantang menyerah, lalu orang yang benar itu ketika mulai marak orang yang berkata dusta demi terlihat bagus di depan orang tapi kita tetap pada prinsip menjadi orang yang benar, jujur walaupun itu terkadang menyakitkan, kemudian orang yang taat yakni menjalankan segalah perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta orang-orang yang berinfaq dan memohon ampunan tentunya setelah kita melakukan kesalahan atau dosa kita memohon ampunan dalam artian berusaha semaksimal mungkin agar kesalahan atau dosa itu tidak terulang lagi.



Penulis meminta maaf jika ada kata atau kalimat dalam penulisan di atas yang menyinggung hati para pembaca. Terima Kasih.

Yang Maha Penyayang (Ar-Rahiim)

Allah menguji kita semua karena itu merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang Allah berikan pada kita dan ujian itu merupakan suatu cara agar derajat kita sebagai hamba-Nya meningkat. 

Rasa takut, kelaparan, kekurangan harta itu semua merupakan ujian yang Allah berikan kepada hamba-Nya seperti yang tertera pada surat Al-Baqoroh ayat 155-157.

Lagi-lagi masih dalam surat Al-Baqoroh di ayat 214 kita diingatkan kembali bahwa kita jangan berputus asa dengan beratnya ujian atau cobaan bahkan musibah yang terjadi dalam hidup kita. Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat, lebih dekat dari pada urat nadi dan leher kita.

Jika kita melakukan amal sholeh, perbuatan-perbuatan yang benar dan baik itu tentu harus didasari karena Allah. Jika kita mencintai Allah berarti kita mencintai keluarga serta sahabat-sahabat kita. 

Karena Allah menjadikan keimanan itu indah dalam hati kita, walaupun kita dalam kesusahan kita harus tetap menjalani itu dengan hati ikhlas dan pantang menyerah, itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus seperti yang tertera dalam surah Al-Hujurat ayat 7.