Tuesday, October 20, 2015

siapakah yang akan selamat?

Saat ini Islam terpecah ke beberapa golongan tertentu namun, siapakah yang akan selamat?

Jika ada pertanyaan, “Kamu agama Islam ya, Islamnya ikut yang mana?” “Loh kok Islam yang mana?” Jelas sekali Islam ya tetap Islam tidak ada embel-embel apapun. “Mengapa begitu banyak perpecahan dalam Islam?” Jawabannya ada dalam Al-Quran surat 6 ayat 159 begitu jelas Allah berfirman mengenai perpecahan dalam islam.
 
159. “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.”


Dalam HR Tirmidzi 171:
“Bahwasannya bani israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah,  semuanya akan masuk neraka kecuali yang satu.” Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya. “siapakah yang satu ini Ya Rasulullah?” Nabi menjawab “Yang satu ini ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku.”


Allah berfirman agar jangan terpecah belah tetapi Rasulullah bersabda bahwa akan ada perpecahan dalam islam, dan hanya ada 1 golongan yang akan masuk surga. Para sahabat bertanya “Siapa yang akan masuk surga?” Rasulullah bersabda “Mereka yang mengikuti Al-Quran dan Sunnahku.” Islam berasal dari satu sumber yang haq dan seharusnya Islam tidak mungkin terpecah belah jika berpegang pada sumber yang sama, seperti yang di jelaskan di surah 5 ayat 48.
 48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,


Hingga saat ini ada banyak sekali golongan islam mulai dari abad 1 sampai abad 21 dan kira-kira termasuk ke dalam golongan manakah Rasulullah kita? Rasulullah adalah seorang muslim, ‘Just Moeslim’ lebih jelasnya bisa lihat di surat 3 ayat 64. 
 64. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."


Muslim memiliki arti berserah diri, jika kita seorang muslim maka kita adalah orang-orang yang seharusnya berserah diri kepada Allah dengan harta dan jiwa kita tentunya karena hanya itu yang paling berharga dalam hidup kita. Nah, berserah diri seperti apa ya yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad dengan cara yang benar menurut aturan Allah ?

Monday, June 8, 2015

Ali Imran (3:14-17)



“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. (QS 3:14)”

Dari ayat tersebut difirmankan dengan begitu jelas bahwa itu semua adalah kesenangan-kesenangan yang ada di dunia. Ketika manusia dihadapkan dengan hal-hal tadi mereka memandang bahwa saya harus bisa mendapatkan itu semua karena dengan begitu hidupnya akan menjadi aman, tidak sengsara dan serba tercukupi. Mungkin analogi kuda pilihan untuk zaman sekarang adalah kendaraan mewah dan sawah ladang merupakan investasi terhadap lahan kosong yang akan dibangun sebuah pusat kegiatan manusia. Bisa saja. Kemudia kita lihat di ayat selanjutnya.

“Katakanlah, ‘Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?’ Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Allah mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan pasangan-pasangan yang suci serta ridho Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (QS 3:15)” 

Dari ayat yang selanjutnya ayat ke 15 ini, diberitakan bahwa ternyata ada loh sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang tertera di ayat ke 14 nya yakni,  surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya kita ketahui bahwa di akhirat nanti hanya ada 2 tempat tujuan akhir setiap umat manusia yaitu surga dan neraka tentunya seluruh umat manusia mendambakan surga mereka ingin tinggal di dalamnya. Apakah teman-teman tahu bahwa penghuni surga itu tidak banyak artinya apa kita bisa lihat di ayat selanjutnya menyatakan 

(Yaitu) orang-orang yang berdoa “Ya Robb kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab mereka.” (Juga) orang yang sabar, yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar. (QS 3:16-17)”

Jelas sekali disebutkan bahwa orang-orang yang benar-benar mengharap akan surga-Nya dia pasti berusaha untuk menjadi orang yang sabar, yang benar, taat, yang berinfaq dan memohon ampunan pada-Nya. Kita ketahui di akhir zaman ini sedikit sekali orang-orang yang benar-benar tulus dan memiliki niat yang lurus dalam melakukan hal tersebut, ini merupakan salah satu dari beberapa ayat yang menyatakan bahwa orang-orang yang menjadi penghuni surga itu seperti yang tertera pada ayat tersebut. 

Kita lihat bahwa orang yang sabar itu orang yang ketika diberi ujian oleh Allah dia tidak menjadi lemah dan tidak pantang menyerah, lalu orang yang benar itu ketika mulai marak orang yang berkata dusta demi terlihat bagus di depan orang tapi kita tetap pada prinsip menjadi orang yang benar, jujur walaupun itu terkadang menyakitkan, kemudian orang yang taat yakni menjalankan segalah perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta orang-orang yang berinfaq dan memohon ampunan tentunya setelah kita melakukan kesalahan atau dosa kita memohon ampunan dalam artian berusaha semaksimal mungkin agar kesalahan atau dosa itu tidak terulang lagi.



Penulis meminta maaf jika ada kata atau kalimat dalam penulisan di atas yang menyinggung hati para pembaca. Terima Kasih.

Yang Maha Penyayang (Ar-Rahiim)

Allah menguji kita semua karena itu merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang Allah berikan pada kita dan ujian itu merupakan suatu cara agar derajat kita sebagai hamba-Nya meningkat. 

Rasa takut, kelaparan, kekurangan harta itu semua merupakan ujian yang Allah berikan kepada hamba-Nya seperti yang tertera pada surat Al-Baqoroh ayat 155-157.

Lagi-lagi masih dalam surat Al-Baqoroh di ayat 214 kita diingatkan kembali bahwa kita jangan berputus asa dengan beratnya ujian atau cobaan bahkan musibah yang terjadi dalam hidup kita. Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat, lebih dekat dari pada urat nadi dan leher kita.

Jika kita melakukan amal sholeh, perbuatan-perbuatan yang benar dan baik itu tentu harus didasari karena Allah. Jika kita mencintai Allah berarti kita mencintai keluarga serta sahabat-sahabat kita. 

Karena Allah menjadikan keimanan itu indah dalam hati kita, walaupun kita dalam kesusahan kita harus tetap menjalani itu dengan hati ikhlas dan pantang menyerah, itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus seperti yang tertera dalam surah Al-Hujurat ayat 7.

Monday, March 23, 2015

Akhirat Oriented means Allah Oriented



What do you mean about Akhirat Oriented means Allah Oriented??

      Berorientasi terhadap kehidupan akhirat, artinya kita berorientasi kepada Allah kok bisa sih? Seperti kita tahu jika kita mengorientasikan alias memfokuskan pada diri sendiri bahwa tujuan kita hidup ini untuk mempersiapkan diri menuju alam akhirat, alam abadi yang dimana tidak ada kehidupan lagi setelahnya dan nanti seluruh umat manusia akan hidup abadi pada tempatnya masing-masing sesuai dengan apa yang mereka jadikan orientasi saat hidup di alam dunia, alam yang fana yang sifatnya hanya sementara. Yakin deh apa yang kita jadikan orientasi sekarang akan berpengaruh pada kehidupan kita selanjutnya loh. 

     Coba aku kasih contoh misalnya ada si fulan dia ini mengorientasikan kesempatan hidupnya untuk mempersiapkan diri menuju alam akhirat, kita lihat saja dari perilakunya pasti si fulan ini akan semaksimal mungkin dalam menggunakan waktu yang Allah berikan, untuk di isi dengan hal-hal yang bermanfaat, penuh barokah dan lillah tentunya. Dari mulai bangun tidur si fulan mengucap syukur kepada Sang Kholiq karena masih diberikan kesempatan untuk bernafas serta dalam keadaan sehat Iman dan Islam kemudia fulan ini bersegera mengambil wudhu kemudian menunaikkan ibadah sholat qobla shubuh dan fardhu shubuh, dia juga merasa tidak barokah jika aktifitasnya tidak dibarengi dengan tilawah Al-Qur’an serta mentadaburi artinya sedikit demi sedikit agar ilmunya sampai ke hati. 

      Alkisah hiduplah si fulan dia adalah seorang mahasiswa tingkat 2 yang memiliki semangat dalam belajar serta berdakwah di setiap kesempatan, karena dakwah itu banyak macamnya dan banyak caranya dilihat dari macamnya bisa dalam bentuk lisan maupun tulisan dilihat dari caranya bisa melalui perbuatan, perkataan, dan jika tidak sanggup dengan keduanya bisa juga loh melalui tingkah laku kita contohnya nih misalkan si fulan ini hendak bersalaman dengan lawan jenisnya namun dia ingat bahwa orang tersebut bukan muhrimnya dan dalam Al-Qur’an disebutkan tidak boleh bersentuhan dengan orang yang bukan muhrim dengan kita. Dan si fulan memberikan kode salaman dengan menempelkan kedua telapak tangannya kemudian si lawan jenisnya membalasnya dengan hal yang sama pula, dari hal biasa seperti itu saja sudah termasuk dakwah. MasyaAllah begitu banyak cara dalam berdakwah dan Allah pasti memberikan kemudahan, pertolongan kepada hamba-Nya yang berdo’a, berusaha serta selalu mengingat-Nya.

Seperti yang tertera dalam ayat suci Al-Qur’an, Allah Swt berfirman dalam surah Ali Imran
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” [3:185]

Jelas sekali maksud dari ayat di atas bahwa tidak ada satupun mahkluk yang bernyawa yang tidak merasakan mati. Jadi jangan sampai kita takut mati dan juga jangan sampai cari-cari mati. Yang harusnya kita kawatirkan ialah seberapa siapkah kita untuk mati untuk menghadap malaikat saat di alam kubur nanti? Tidak ada yang tahu kita akan hidup sampai kapan, maka manfaatkanlah hidup engkau hari ini seakan-akan kau akan mati esok harinya. 

   Lalu ayat tersebut pun menjelaskan bahwa kehidupan dunia itu hanya kesenangan yang memperdaya hal-hal yang bikin kita seneng di dunia seakan-akan kita akan hidup lama di dalamnya, itu sebenernya nipu kita biar kitanya lalai dari persiapan menuju alam akhirat, nah loh jika kita sampai tenggelam dalam manisnya dunia itu karena kita yang tidak mampu mengatasi hawa nafsu, coba saja dari awal mengorientasikan hidup ini untuk kehidupan akhirat pasti kita termasuk orang-orang yang memperoleh kemenangan yang berhasil mengalahkan nafsu akan duniawi. Tenang gan tidak ada kata terlambat dalam berubah.
Jika kita mengorientasikan hidup kita untuk akhirat itu berarti kita juga mengorientasikan diri ini pada Allah. Orientasikan diri ini pada akhirat berarti kita sedang mempersiapkan perbekalan yang sesuai dengan tempat yang ingin kita tinggali disana.

Setiap umat manusia mendambakan surga. Benar begitu.

Perlu diingat gan..                          
“Dimana pun kamu berada, kematian pasti kan menemukan kamu, sekalipun kamu berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” [4:78]




Tuesday, March 17, 2015

Pandangan Al-Qur'an tentang Dunia dan Akhirat



Q.S Ali-Imran ayat 14-17

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. (QS 3:14)”

Dari ayat tersebut difirmankan dengan begitu jelas bahwa itu semua adalah kesenangan-kesenangan yang ada di dunia. Ketika manusia dihadapkan dengan hal-hal tadi mereka memandang bahwa saya harus bisa mendapatkan itu semua karena dengan begitu dia akan menaikkan prestise kehidupannya lalu hidupnya akan menjadi bahagia, aman, sentosa, tidak sengsara dan serba tercukupi. Mungkin analogi kuda pilihan untuk zaman sekarang adalah kendaraan mewah dan sawah ladang merupakan investasi terhadap lahan kosong yang akan dibangun sebuah pusat kegiatan manusia. Bisa saja. Kemudian kita lihat di ayat selanjutnya.

“Katakanlah, ‘Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?’ Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Allah mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan pasangan-pasangan yang suci serta ridho Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (QS 3:15)” 

Dari ayat yang selanjutnya ayat ke 15 ini, diberitakan bahwa ternyata ada loh sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang tertera di ayat ke 14 nya yakni, surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya kita ketahui bahwa di akhirat nanti hanya ada 2 tempat tujuan akhir dari setiap umat manusia yaitu surga dan neraka tentunya seluruh umat manusia mendambakan surga mereka ingin tinggal di dalamnya. Apakah teman-teman tahu bahwa penghuni surga itu tidak banyak artinya apa kita bisa lihat di ayat selanjutnya menyatakan 

(Yaitu) orang-orang yang berdoa “Ya Robb kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab mereka.” (Juga) orang yang sabar, yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar. (QS 3:16-17)”

Jelas sekali disebutkan bahwa orang-orang yang benar-benar mengharap akan surga-Nya dia pasti berusaha untuk menjadi orang yang sabar, yang benar, taat, yang berinfaq dan memohon ampunan pada-Nya. Kita ketahui di akhir zaman ini sedikit sekali orang-orang yang benar-benar tulus dan memiliki niat yang lurus dalam melakukan hal tersebut, ini merupakan salah satu dari beberapa ayat yang menyatakan bahwa kriteria orang-orang yang menjadi penghuni surga itu seperti yang tertera pada ayat tersebut.
 Kita lihat bahwa orang yang sabar itu orang yang ketika diberi ujian oleh Allah dia tidak menjadi lemah dan tidak pantang menyerah, lalu orang yang benar itu ketika mulai bermunculan orang yang berkata dusta demi terlihat bagus di depan orang tapi kita tetap pada prinsip menjadi orang yang benar (jujur) walaupun itu terkadang menyakitkan, kemudian orang yang taat yakni menjalankan segalah perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta orang-orang yang berinfaq dan memohon ampunan tentunya, setelah kita melakukan kesalahan atau dosa kita memohon ampunan dalam artian berusaha semaksimal mungkin agar kesalahan atau dosa itu tidak terulang lagi.

Penulis meminta maaf jika ada kata atau kalimat dalam penulisan di atas yang menyinggung hati para pembaca. Terima Kasih.

Wednesday, February 25, 2015

Lakukanlah hari ini, jangan menunggu hari esok


Dalam hidup ini sedikit sekali orang-orang yang bisa dengan teguh dalam menggenggam impian yang mereka miliki, dan pada akhirnya impian itu menjadi layu, kita malah udah jatuh duluan padahal belum berdiri sama halnya seperti, menyerah sebelum mencoba. 
Dan kebanyakan orang diluaran sana pada takut untuk bermimpi padahal dari buku yang saya baca mimpi itu gratis loh. Lalu bagaimana ya supaya impian kita ini menjadi nyata hmm.. nah seperti yang tertulis dalam buku ini bahwa “Buatlah impian yang tidak bertentangan dengan kehendak Allah Swt. Sebab, bagaimanapun kerasnya kita berusaha impian kita akan sia-sia jika Allah Swt. tidak meridhoinya.
Misalkan nih temen-temen punya impian menjadi pengusaha sukses dengan omset besar karena temen-temen membangun sebuah sekolah untuk masyarakat yang kurang mampu tentu Allah menyukai niatan baik kita dan pasti akan diperlancar di setiap usahanya. Aamiin. Beda halnya dengan yang mempunyai impian jadi pengusaha sukses namun dia terlena dengan keuntungan materi yang dihasilkan sehingga tergoda bisikan setan dan uang tersebut dihabiskan untuk memenuhi hawa nafsunya akhirnya apa Allah tidak menyukai tindakannya dan bisa jadi Allah mengambil kembali miliknya darimu. Maka dari itu selalu ingat untuk memperbarui niat dan impian kita ini untuk apa.

Ingat dedikasikan hidup, mati, impian, cinta, kesuksesan mu hanya untuk Allah Swt.

Serta perjelaslah impian kita ini mau dibawa kemana? Maka buatlah impian kita menjadi sebuah target dan tuangkan ke dalam tulisan.” 

Pour your dreams into this box.

Dan dalam buku tersebut masih ada 8 langkah lagi dalam mewujudkan impian kita. Menurut saya dua langkah awal di atas bisa menjadi modal awal, impian seperti apa sih yang kira-kira mampu kita tempuh dan itu tidak bertentangan dengan perintah Allah Swt.  Dan sisa langkah kedepannya kita bisa susun sendiri berdasarkan kebutuhan dari kita dan impian kita.

So.. tempuhlah perjalanan menuju impian mu sejauh apapun itu jika kita dapat memaksimalkan dari setiap 24 jam yang kita miliki dengan meluangkan waktu untuk merancang, membuat rencana demi terwujudnya impian kita maka dengan ijin Allah Swt. kita bisa membuat impian kita menjadi kenyataan.




Bebaskan impianmu dari belenggu ketakutan


daftar pustaka:
Syafi’ie, Muhammad (2008). Berani Hidup Berani Sukses. Penerbit Republika: Jakarta.

Monday, February 16, 2015

Kepekaan Seseorang Terhadap Masalah


Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi seseorang menjadi peka masalah.

1. Spesialisasi. Keahlian khusus pada bidang banyak menyebabkan seseorang menjadi peka masalah, terutama pada bidang yang menjadi spesialisasinya. Hal ini disebabkan karena yg bersangkutan banyak berhubungan tentang apa yg didalaminya. Apabila suati bidang telah benar-benar didalami, sehingga menjadi keahlian khusus biasanya dia akan menjadi peka masalah.

2. Program akademis. Orang yang sudah menempuh suatu program pendidikan tertentu biasanya banyak mendalami tentang disiplin suatu ilmu pengetahuab baik secara teoritis maupun secara praktis. Daya nalar seseorang akan mampu pula melihat prospek pengembangan hal-hal yang perlu dikembangkan pada bidang yang didalami. Dalam keadaan demikian biasanya dia mengajukan pertanyaan baik kepada dirinya maupun orang lain.

3. Bahan bacaan(kepustakaan). Membaca dpt menunjang peningkatan pengetahuan dan kemampuan berfikir seseorang. Keluasan pengetahuan dan wawasan menyebabkan yang bersangkutan mampu menggunakan penalaran dan berfikit kritis.

4. Analisis thdp sesuatu bidang. Bila seseorang berusaha utk menekuni suatu bidang dia akan mengetahui serba banyak tentang hal yg ditekuninya. Hal ini banyak memungkinkan dia menjadi peka terhadap masalah terutama berhubungan denga bidang yang ditekuni.

5. Memperhatikan kebutuhan dan praktek kehidupan sehari-hari. Seseorang secara seksama memperhatikan praktek2 kehidupan/kebutuhan manusia. Seperti praktek penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Sumber buku:
Ali. M. (1985) Penelitian Kependidikan Prosedur & Strategi. Penerbit Angkasa: Bandung.