Monday, March 23, 2015

Akhirat Oriented means Allah Oriented



What do you mean about Akhirat Oriented means Allah Oriented??

      Berorientasi terhadap kehidupan akhirat, artinya kita berorientasi kepada Allah kok bisa sih? Seperti kita tahu jika kita mengorientasikan alias memfokuskan pada diri sendiri bahwa tujuan kita hidup ini untuk mempersiapkan diri menuju alam akhirat, alam abadi yang dimana tidak ada kehidupan lagi setelahnya dan nanti seluruh umat manusia akan hidup abadi pada tempatnya masing-masing sesuai dengan apa yang mereka jadikan orientasi saat hidup di alam dunia, alam yang fana yang sifatnya hanya sementara. Yakin deh apa yang kita jadikan orientasi sekarang akan berpengaruh pada kehidupan kita selanjutnya loh. 

     Coba aku kasih contoh misalnya ada si fulan dia ini mengorientasikan kesempatan hidupnya untuk mempersiapkan diri menuju alam akhirat, kita lihat saja dari perilakunya pasti si fulan ini akan semaksimal mungkin dalam menggunakan waktu yang Allah berikan, untuk di isi dengan hal-hal yang bermanfaat, penuh barokah dan lillah tentunya. Dari mulai bangun tidur si fulan mengucap syukur kepada Sang Kholiq karena masih diberikan kesempatan untuk bernafas serta dalam keadaan sehat Iman dan Islam kemudia fulan ini bersegera mengambil wudhu kemudian menunaikkan ibadah sholat qobla shubuh dan fardhu shubuh, dia juga merasa tidak barokah jika aktifitasnya tidak dibarengi dengan tilawah Al-Qur’an serta mentadaburi artinya sedikit demi sedikit agar ilmunya sampai ke hati. 

      Alkisah hiduplah si fulan dia adalah seorang mahasiswa tingkat 2 yang memiliki semangat dalam belajar serta berdakwah di setiap kesempatan, karena dakwah itu banyak macamnya dan banyak caranya dilihat dari macamnya bisa dalam bentuk lisan maupun tulisan dilihat dari caranya bisa melalui perbuatan, perkataan, dan jika tidak sanggup dengan keduanya bisa juga loh melalui tingkah laku kita contohnya nih misalkan si fulan ini hendak bersalaman dengan lawan jenisnya namun dia ingat bahwa orang tersebut bukan muhrimnya dan dalam Al-Qur’an disebutkan tidak boleh bersentuhan dengan orang yang bukan muhrim dengan kita. Dan si fulan memberikan kode salaman dengan menempelkan kedua telapak tangannya kemudian si lawan jenisnya membalasnya dengan hal yang sama pula, dari hal biasa seperti itu saja sudah termasuk dakwah. MasyaAllah begitu banyak cara dalam berdakwah dan Allah pasti memberikan kemudahan, pertolongan kepada hamba-Nya yang berdo’a, berusaha serta selalu mengingat-Nya.

Seperti yang tertera dalam ayat suci Al-Qur’an, Allah Swt berfirman dalam surah Ali Imran
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” [3:185]

Jelas sekali maksud dari ayat di atas bahwa tidak ada satupun mahkluk yang bernyawa yang tidak merasakan mati. Jadi jangan sampai kita takut mati dan juga jangan sampai cari-cari mati. Yang harusnya kita kawatirkan ialah seberapa siapkah kita untuk mati untuk menghadap malaikat saat di alam kubur nanti? Tidak ada yang tahu kita akan hidup sampai kapan, maka manfaatkanlah hidup engkau hari ini seakan-akan kau akan mati esok harinya. 

   Lalu ayat tersebut pun menjelaskan bahwa kehidupan dunia itu hanya kesenangan yang memperdaya hal-hal yang bikin kita seneng di dunia seakan-akan kita akan hidup lama di dalamnya, itu sebenernya nipu kita biar kitanya lalai dari persiapan menuju alam akhirat, nah loh jika kita sampai tenggelam dalam manisnya dunia itu karena kita yang tidak mampu mengatasi hawa nafsu, coba saja dari awal mengorientasikan hidup ini untuk kehidupan akhirat pasti kita termasuk orang-orang yang memperoleh kemenangan yang berhasil mengalahkan nafsu akan duniawi. Tenang gan tidak ada kata terlambat dalam berubah.
Jika kita mengorientasikan hidup kita untuk akhirat itu berarti kita juga mengorientasikan diri ini pada Allah. Orientasikan diri ini pada akhirat berarti kita sedang mempersiapkan perbekalan yang sesuai dengan tempat yang ingin kita tinggali disana.

Setiap umat manusia mendambakan surga. Benar begitu.

Perlu diingat gan..                          
“Dimana pun kamu berada, kematian pasti kan menemukan kamu, sekalipun kamu berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” [4:78]




Tuesday, March 17, 2015

Pandangan Al-Qur'an tentang Dunia dan Akhirat



Q.S Ali-Imran ayat 14-17

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. (QS 3:14)”

Dari ayat tersebut difirmankan dengan begitu jelas bahwa itu semua adalah kesenangan-kesenangan yang ada di dunia. Ketika manusia dihadapkan dengan hal-hal tadi mereka memandang bahwa saya harus bisa mendapatkan itu semua karena dengan begitu dia akan menaikkan prestise kehidupannya lalu hidupnya akan menjadi bahagia, aman, sentosa, tidak sengsara dan serba tercukupi. Mungkin analogi kuda pilihan untuk zaman sekarang adalah kendaraan mewah dan sawah ladang merupakan investasi terhadap lahan kosong yang akan dibangun sebuah pusat kegiatan manusia. Bisa saja. Kemudian kita lihat di ayat selanjutnya.

“Katakanlah, ‘Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?’ Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Allah mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan pasangan-pasangan yang suci serta ridho Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (QS 3:15)” 

Dari ayat yang selanjutnya ayat ke 15 ini, diberitakan bahwa ternyata ada loh sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang tertera di ayat ke 14 nya yakni, surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya kita ketahui bahwa di akhirat nanti hanya ada 2 tempat tujuan akhir dari setiap umat manusia yaitu surga dan neraka tentunya seluruh umat manusia mendambakan surga mereka ingin tinggal di dalamnya. Apakah teman-teman tahu bahwa penghuni surga itu tidak banyak artinya apa kita bisa lihat di ayat selanjutnya menyatakan 

(Yaitu) orang-orang yang berdoa “Ya Robb kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab mereka.” (Juga) orang yang sabar, yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar. (QS 3:16-17)”

Jelas sekali disebutkan bahwa orang-orang yang benar-benar mengharap akan surga-Nya dia pasti berusaha untuk menjadi orang yang sabar, yang benar, taat, yang berinfaq dan memohon ampunan pada-Nya. Kita ketahui di akhir zaman ini sedikit sekali orang-orang yang benar-benar tulus dan memiliki niat yang lurus dalam melakukan hal tersebut, ini merupakan salah satu dari beberapa ayat yang menyatakan bahwa kriteria orang-orang yang menjadi penghuni surga itu seperti yang tertera pada ayat tersebut.
 Kita lihat bahwa orang yang sabar itu orang yang ketika diberi ujian oleh Allah dia tidak menjadi lemah dan tidak pantang menyerah, lalu orang yang benar itu ketika mulai bermunculan orang yang berkata dusta demi terlihat bagus di depan orang tapi kita tetap pada prinsip menjadi orang yang benar (jujur) walaupun itu terkadang menyakitkan, kemudian orang yang taat yakni menjalankan segalah perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta orang-orang yang berinfaq dan memohon ampunan tentunya, setelah kita melakukan kesalahan atau dosa kita memohon ampunan dalam artian berusaha semaksimal mungkin agar kesalahan atau dosa itu tidak terulang lagi.

Penulis meminta maaf jika ada kata atau kalimat dalam penulisan di atas yang menyinggung hati para pembaca. Terima Kasih.