Monday, February 9, 2015

Surat Cinta Untuk Kedua Pelitaku (part2 end)



Mamah 

Itulah caraku memanggil sosok yang berharga dalam hidupku. Beliau bagaikan seorang aktris profesional, beliau bisa menjadi apapun beliau adalah seorang Ibu, guru, dosen, sahabat dan juga dokter untukku, dan selalu saja mempunyai solusi atas segala problematika perkuliahan yang kini kuhadapi. Sengaja aku curhat kepadanya tentang masalah yang sebenarnya sudah terselesaikan itu semua karena aku hanya ingin mendengar celotehan cerewet dari bibirnya.

Sosok yang memberi kehangatan, ketika kudekap erat tubuhnya seakan-akan selama ini aku berada di kutub yang tidak mendapatkan kehangatan sedikitpun. Setiap hendak pulang lagi kekosan kuberanikan diri untuk mencium kening dan kedua pipinya sebagai simbol bahwa aku pergi hanya sementara dan aku pasti akan kembali jika Allah mengijinkan. Maafkan aku Mah terkadang aku tidak membiarkan kau menciumku karena kau akan merasakan bibirmu basah dengan air mataku yang tak terbendungkan lagi, karena aku tahu bahwa kau tak sanggup melepaskan ku untuk tinggal dikosan, kau tak kuasa untuk tidak melihat wajahku sehari saja.

Selamat Hari Pernikahan yang ke-20 tahun. 1 Januari 1995 mereka mengucap janji suci berkomitmen untuk menjadi pasangan yang setia hingga Allah yang memisahkan mereka dengan cara-Nya. Allah meniupkan roh kedalam rahim ibuku, Tanggal 30 November 1995 lahirlah sosok bayi perempuan mungil, mamah menggenggam tangan-tangan ku yang mungil serta jemariku yang rapuh dengan penuh rasa syukur dan kasih sayang. 

Mengajarkan betapa pentingnya kesabaran dan kesetiaan. Itu terlihat ketika mereka selalu menghadapi pahit manis kehidupan dan tetap berdampingan selama 20 tahun terakhir ini. Terima kasih karena telah menyambutku dengan perasaan syukur dan bahagia saat aku lahir kedunia. Dan juga telah bekerjasama bahu-membahu dalam membesarkanku dan mengajariku makna hidup ini.
Alasan aku menulis semua ini dikarenakan aku rindu dengan kedua pelita yang Allah kirimkan sebagai takdir untukku.


                                                                                             Negla Tengah, 6-11-2014
                                                                                                       Anak sulungmu

                                                                                                   

No comments:

Post a Comment