Mamah
Itulah
caraku memanggil sosok yang berharga dalam hidupku. Beliau bagaikan seorang
aktris profesional, beliau bisa menjadi apapun beliau adalah seorang Ibu, guru,
dosen, sahabat dan juga dokter untukku, dan selalu saja mempunyai solusi atas
segala problematika perkuliahan yang kini kuhadapi. Sengaja aku curhat
kepadanya tentang masalah yang sebenarnya sudah terselesaikan itu semua karena
aku hanya ingin mendengar celotehan cerewet dari bibirnya.
Sosok
yang memberi kehangatan, ketika kudekap erat tubuhnya seakan-akan selama ini
aku berada di kutub yang tidak mendapatkan kehangatan sedikitpun. Setiap hendak
pulang lagi kekosan kuberanikan diri untuk mencium kening dan kedua pipinya
sebagai simbol bahwa aku pergi hanya sementara dan aku pasti akan kembali jika
Allah mengijinkan. Maafkan aku Mah terkadang aku tidak membiarkan kau menciumku
karena kau akan merasakan bibirmu basah dengan air mataku yang tak
terbendungkan lagi, karena aku tahu bahwa kau tak sanggup melepaskan ku untuk
tinggal dikosan, kau tak kuasa untuk tidak melihat wajahku sehari saja.
Selamat
Hari Pernikahan yang ke-20 tahun. 1 Januari 1995 mereka mengucap janji suci
berkomitmen untuk menjadi pasangan yang setia hingga Allah yang memisahkan
mereka dengan cara-Nya. Allah meniupkan roh kedalam rahim ibuku, Tanggal 30
November 1995 lahirlah sosok bayi perempuan mungil, mamah menggenggam
tangan-tangan ku yang mungil serta jemariku yang rapuh dengan penuh rasa syukur
dan kasih sayang.
Mengajarkan
betapa pentingnya kesabaran dan kesetiaan. Itu terlihat ketika mereka selalu
menghadapi pahit manis kehidupan dan tetap berdampingan selama 20 tahun
terakhir ini. Terima kasih karena telah menyambutku dengan perasaan syukur dan
bahagia saat aku lahir kedunia. Dan juga telah bekerjasama bahu-membahu dalam membesarkanku
dan mengajariku makna hidup ini.
Alasan
aku menulis semua ini dikarenakan aku rindu dengan kedua pelita yang Allah
kirimkan sebagai takdir untukku.
Negla Tengah, 6-11-2014
Anak sulungmu
No comments:
Post a Comment