Monday, February 9, 2015

Renungan untuk yang berserah diri pada-Nya

DULUNYA IA HAFAL 30 JUZ, SEMUA HILANG TAK TERSISA
KECUALI 2 AYAT SAJA
Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas tubuh demi
tubuh pasukan romawi. Ia adalah dulunya termasuk dari
Tabi'in (270 H) yang HAFAL AL QURAN. Namanya adalah
sebaik-baik nama, 'Abdah bin 'Abdurrahiim. Keimanannya tak
diragukan. Adakah bandingannya di dunia ini seorang MUJAHID
nan NAN HAFAL AL QURAN, terkenal akan keilmuannya,
kezuhudannya, ibadahnya, puasa daudnya serta ketaqwaan dan
keimanannya...???
Namun tak dinyana, akhir hayatnya mati dalam kemurtadan
dan hilang semua ISI AL QURAN dalam hafalannya melainkan
2 AYAT SAJA YANG TERSISA. Ayat apakah itu?? Apakah
penyebabnya..?? Inilah kisahnya :
Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang
panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar
berlumur merahnya darah orang romawi. Ia hantarkan orang
romawi itu ke neraka dengan pedangnya.
Tak disangka pula, nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh
seorang WANITA ROMAWI, tidak dengan pedang melainkan
dengan ASMARA.
Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi. Tiba-tiba
mata 'Abdah tertuju kepada seorang wanita romawi di
dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu
begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak
seorangpun dijamin tak lolos su’ul khotimah.
Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu.
Isinya kurang lebih:
“Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke
pangkuanmu?”
Perempuan itu menjawab: “Kakanda, masuklah agama nashrani
maka aku jadi milikmu.”
Syahwat telah memenuhi relung hati 'Abdah sampai-sampai ia
menjadi lupa beriman, tuli peringatan dan buta Al Quran.
Hatinya terbangun tembok anti hidayah.
Khotamallaahu ‘ala qulubihim wa’ala sam’ihim wa’ala
abshorihim ghisyawah… Astaghfirullah, ma’adzallah. Pesona
wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra.
Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan islam. Ia
rela murtad.
Menikahlah dia didalam benteng. Kaum muslimin yang
menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin?
Bagaimana bisa seorg hafidz yang hatinya dipenuhi Al Qur’an
meninggalkan Allah dan menjadi hamba salib?
Ketika dibujuk untuk taubat ia tak bisa. Ketika ditanyakan
kepadanya, "Dimana Al Quran mu yang dulu???"
Ia menjawab, "Aku telah lupa semua isi Al Quran kecuali 2
ayat saja yaitu :
ﺭُﺑَﻤَﺎ ﻳَﻮَﺩُّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻣُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ
"Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat)
menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-
orang muslim."
ﺫَﺭْﻫُﻢْ ﻳَﺄْﻛُﻠُﻮﺍ ﻭَﻳَﺘَﻤَﺘَّﻌُﻮﺍ ﻭَﻳُﻠْﻬِﻬِﻢُ ﺍﻟْﺄَﻣَﻞُ ۖﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ .
"Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang
dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka
akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).
(QS. Al Hijr: 2-3)
Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya, kutukan sekaligus
peringatan Allah yg terakhir namun tak digubrisnya. Dan ia
bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum
nashrani. Dalam keadaan seperti itulah dia sampai mati. Mati
dalam keadaan MURTAD.
Ya Allah, seorang hafidz nan mujahid saja bisa Kau angkat
nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan
murtad, apatah lagi hamba yang banyak cacat ini. Tak punya
amal andalan.
Saudaraku, doakan aku dan aku doakan pula kalian agar Allah
lindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia serta
dihindarkan dari ketetapan yang buruk diakhir hayat.
Ma taraktu ba’di fitnatan adhorro ‘ala ar rijaal min nisaa…
"Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yg maha dahsyat
bahayanya bagi lelaki kecuali fitnah wanita." (muttafaq ‘alaih).
**Disarikan dari tulisan DR. Hamid Ath Thahir dari buku "Di
bawah Kilatan Pedang" (101 Kisah Heroik Mujahidin)
Repost dari fb: alhikmahjkt

No comments:

Post a Comment